6 Dosa Besar Ronald Koeman di Barcelona

1 Oktober 2021, 07:32 WIB
Penulis: Dewi
Editor: Bagaskara Setyana AP
Ilustrasi Ronald Koeman.
Ilustrasi Ronald Koeman. /Lisa Azzahra/Skor.id

  • Sederet keputusan Ronald Koeman dinilai membawa Barcelona ke dalam keterpurukan. 
  • Barcelona menelan empat kekalahan dan sekali seri di lima pertandingan Liga Champions di bawah komandi Koeman.
  • Kini, nasib pelatih asal Belanda tersebut berada di ujung tanduk. 

SKOR.id - Masa depan Ronald Koeman di Barcelona berada di ujung tanduk. Presiden Joan Laporta dan jajarannya dikabarkan tengah mempertimbangkan nasib entrenador asal Belanda tersebut.

Barcelona kembali menelan hasil memalukan di Liga Champions, menyusul kekalahan telak 0-3 dari Benfica. Dengan demikian Sergio Busquets dkk belum meraup poin dari dua pertandingan di kompetisi terelite antarklub Eropa di musim ini.

Secara total, Blaugrana tidak pernah menang di lima laga terakhir di Liga Champions, dengan rincian empat kali kalah dan sekali imbang. 

Di pentas liga domestik tim Catalan tercecer dengan menempati urutan enam, mengantungi 12 poin dari enam kali bertanding. 

Keberadaan Ronald Koeman sebagai juru taktik raksasa Catalan itu pun kian dipertanyakan. Memang, sejak menukangi Barcelona pada Agustus 2020 mantan pelatih timnas Belanda itu kerap dihujani kritik karena berbagai alasan.

Namun, enam hal di bawah ini dinilai paling krusial yang dianggap sebagai dosa besar pelatih 58 tahun tersebut di Camp Nou.

1. Menyalahkan pemain

Tak perlu dimungkiri, dari segi kualitas pemain, Barcelona memang mengalami penurunan drastis di musim ini menyusul kepergian Lionel Messi ke Paris Saint-Germain.

Beberapa Ronald Koeman menyoroti bahwa beberapa pemain muda dinilai lebih berkomitmen dibandingkan pemain senior di Barcelona. Ia juga kerap melontarkan kritik usai pertandingan, soal bagaimana pemainnya kehilangan peluang dan konsentrasi. Hal ini pun dilakukannya lagi setelah Barcelona kalah di Lisbon tengah6 pekan kemarin.

“Kami juga harus menuntut lebih dari para pemain, gol pertama kami tak boleh membiarkan pemain lawan masuk ke area pertahanan dengan begitu mudah, Barcelona sekarang tidak sama dengan delapan tahun lalu,” kata Koeman.

Komentar sejenis ini tentu saja tidak membuat sang pelatih disayangi para pemain.

2. Meninggalkan gaya tiki-taka

Para pemain Benfica merayakan gol ke gawang Barcelona di Liga Champions.
Para pemain Benfica merayakan gol ke gawang Barcelona di Liga Champions. (Twitter/@ChampionsLeague)

Gaya tiki-taka sudah menjadi ciri khas Barcelona sejak lama, dimulai dengan eranya pelatih Johan Cruyff, untuk kemudian disempurnakan Pep Guardiola yang memimpin tim pada 2008 hingga 2012.

Dengan gaya menyerang, Guardiola berhasil mempersembahkan total 14 gelar selama empat tahun membesut Blaugrana, termasuk sixtuple di musim pertamanya.

Tapi permainan indah yang sudah menjadi ciri khas the Catalans tersebut makin pudar di tangan Ronald Koeman. Ia lebih sering memilih formasi 4-2-3-1 dibanding pola 4-3-3, atau bahkan menggunakan lima pemain di belakang.

Kesulitan Barcelona terlihat jelas saat bermain imbang 1-1 dengan Granada, di mana Los Cules mencatat 54 crossing, namun hanya mampu mencetak gol penyelamat dari kekalahan di pengujung laga.

Lagi-lagi, Ronald Koeman menunjuk materi pemain dengan mengatakan, “Ini bukan pemain untuk memainkan tiki-taka.”

3. Disharmoni dengan Joan Laporta

Presiden Barcelona, Joan Laporta (kiri) dan pelatih Barcelona, Ronald Koeman.
Presiden Barcelona, Joan Laporta (kiri) dan pelatih Barcelona, Ronald Koeman. twitter.com/JoanLaportaFCB

Sejak awal keberhasilan Joan Laporta menjabat sebagai presiden anyar Barcelona, hubungannya dengan Ronald Koeman memang sulit. Saat kampanye pemilihan presiden, Laporta memberikan isyarat soal keraguannya terhadap pria berpaspor Belanda tersebut.

Dan di awal musim 2021-2022, Joan Laporta juga dikabarkan ingin mendepak Koeman dan mencari pelatih anyar, meski akhirnya mempertahankan sang arsitek karena masalah ekonomi.

Inkonsistensi performa Barcelona di awal musim ini membuat hubungan Ronald Koeman dan Joan Laporta makin meruncing.

4. Penurunan target 

Dalam sebuah konferensi pers, Ronald Koeman menegaskan klub sedang dalam masa ‘pembangunan’ dan ia secara terang-terangan menurunkan ekspektasi di Barcelona.

“Klub bersama saya sebagai pelatih sedang dalam pembangunan kembali. Situasi finansial berkaitan dengan olahraga dan sebaliknya, sebagai sebuah skuad kami harus membangun tim tanpa mampu membuat investasi besar,” kata Koeman sebelum duel dengan Cadiz pada 24 September lalu.

“Tetap berada di papan atas klasemen liga akan menjadi sebuah kesuksesan, tapi di Liga Champions Anda tak bisa mengharapkan keajaiban.”

Komentar-komentar seperti ini bakal sulit diterima jajaran petinggi klub, para pemain, bahkan fans tim sekelas Barcelona.

5. Keras kepala

Meski mendapat tekanan dari berbagai pihak, termasuk Joan Laporta, Ronald Koeman bergeming soal pemain yang mau ia mainkan. Ia bersikukuh bahwa beberapa pemain lebih pantas mendapat kesempatan tampil dibanding Samuel Umtiti dan Riqui Puig meski desakan agar keduanya diturunkan terus mengalir.

6. Perjudian yang berujung bencana

Pemain Barcelona, Luuk de Jong, saat berhadapan dengan Cadiz pada lanjutan Liga Spanyol 2021-2022.
Pemain Barcelona, Luuk de Jong, saat berhadapan dengan Cadiz pada lanjutan Liga Spanyol 2021-2022. Twitter FC Barcelona

Banyak orang mengerutkan dahi ketika Barcelona mengumumkan transfer peminjaman Luuk de Jong dari Sevilla. Ia diproyeksikan untuk menjadi andalan di lini depan menyusul kepergian Lionel Messi dan Antoine Griezmann.

Namun perjudian Ronald Koeman mendatangkan kompatriotnya ke Camp Nou berujung bencana. Meski mendapat banyak kesempatan, Luuk de Jong gagal memenuhi ekspektasi.

Tak hanya itu, beberapa keputusan taktik Koeman juga sering dipertanyakan. Menempatkan Eric Garcia di sisi kanan dalam tiga formasi bek sejajar dan merombak posisi Frenkie de Jong di laga melawan Benfica adalah salah satu contohnya.

Berita Barcelona lainnya

10 Kekalahan Terburuk dalam Sejarah Barcelona

VIDEO: Barcelona Tak Mampu Cetak Gol Lawan Cadiz, Ronald Koeman Bilang Begini

  • Sumber: Marca
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Liga Spanyol

    Senin, 27 September 2021

    VIDEO: 2 Kebahagiaan Luuk de Jong, Cetak Gol Perdana dan Barcelona Main Bagus

    Ada dua kebahagiaan yang diungkapkan Luuk de Jong usai Barcelona mengalahkan Levante di Liga Spanyol.

    Liga Champions

    Kamis, 30 September 2021

    Hasil Benfica vs Barcelona: Blaugrana Bobrok - Kalah 0-3, Masih 0 Poin, Juru Kunci

    Barcelona harus kembali kalah di Liga Champions, kali ini saat bertandang ke markas Benfica.

    Liga Champions

    Kamis, 30 September 2021

    Hasil Liga Champions: Barcelona dan Chelsea Tumbang, Manchester United Menang Dramatis

    Berikut ini adalah hasil pertandingan lanjutan matchday 2 Liga Champions 2021-2022.

    Terbaru

    Liga Spanyol

    Kamis, 17 November 2022

    VIDEO: Aurelien Tchouameni Dapatkan Tempatnya sebagai Pemain Real Madrid

    Berikut ini adalah cuplikan video mengenai gelandang Real Madrid, Aurelien Tchouameni.

    Liga Spanyol

    Selasa, 15 November 2022

    Meski Minim Menit Bermain, Eden Hazard Tidak Ingin Tinggalkan Real Madrid

    Eden Hazard mengatakan dirinya tidak berniat meninggalkan Real Madrid meski saat ini minim kesempatan bermain.

    Liga Spanyol

    Senin, 14 November 2022

    Masa Depannya bersama Barcelona Terus Dipertanyakan, Jordi Alba Merespons

    Jordi Alba akhirnya buka suara perihal rumor yang menyebut masa depannya di Barcelona tinggal menghitung hari.

    Liga Spanyol

    Senin, 14 November 2022

    Robert Lewandowski Impikan Main Bareng Lionel Messi di Barcelona

    Di tengah rumor kembalinya Lionel Messi ke Barcelona, Robert Lewandowski menyatakan siap menyambut dengan tangan terbuka kedatangan mantan kapten the Catalans tersebut.

    Liga Spanyol

    Senin, 14 November 2022

    Cristiano Ronaldo Tidak Ucapkan Selamat Saat Karim Benzema Raih Ballon d'Or

    Karim Benzema mengaku Cristiano Ronaldo belum mengucapkan selamat atas keberhasilannya menyabet Ballon d'Or 2022.

    Liga Spanyol

    Jumat, 11 November 2022

    VIDEO: Carlo Ancelotti Bicara Soal Tahun Fantastis Real Madrid

    Carlo Ancelotti membahas tahun yang indah untuk Real Madrid, dan soal kenangan memen magis di Santiago Bernabeu.

    Liga Spanyol

    Jumat, 11 November 2022

    VIDEO: Carlo Ancelotti Minta Vinicius Tidak Terpancing Provokasi

    Carlo Ancelotti minta Vinicius Junior untuk tidak terpancing dengan provokasi lawan.

    Liga Spanyol

    Jumat, 11 November 2022

    Real Madrid vs Cadiz: Eder Militao Torehkan Rekor Pribadi

    Eder Militao menorehkan rekor pribadi dengan mencetak tiga gol untuk Real Madrid pada musim 2022-2023.

    Liga Spanyol

    Jumat, 11 November 2022

    Hasil dan Klasemen Liga Spanyol : Valencia Menang Meyakinkan, Real Madrid Pangkas Jarak dengan Barcelona

    Real Madrid berhasil memangkas jarak dengan Barcelona menjadi dua poin, sementara Valencia menggagalkan ambisi Real Betis menembus tiga besar.

    Liga Spanyol

    Jumat, 11 November 2022

    Hasil Real Madrd vs Cadiz: Los Merengues Kembali ke Jalur Kemenangan

    Real Madrid memenangi pertandingan melawan Cadiz di Santiago Bernabeu, Jumat (11/11/2022) dini hari WIB, untuk memangkas selisih poin dengan Barcelona.
    X