8 Alasan Atletico Madrid Bisa Jadi Juara Liga Spanyol 2020-2021

14 Januari 2021, 13:30 WIB
Atletico Madrid mengakhiri dominasi Real Madrid dan Barcelona saat menjadi juara La Liga 2013-2014. /(Twitter)
Penulis: Dini Wulandari
Editor: Dini Wulandari

  • Atletico Madrid keluar sebagai juara paruh musim Liga Spanyol 2020-2021.
  • Tim asuhan Diego Simeone ini mengumpulkan 41 poin, unggul empat poin dari rival terdekat.
  • Ada delapan alasan mengapa Atletico berpeluang menjadi kampiun di akhir musim.

SKOR.id - Atletico Madrid menjalani salah satu musim luar biasanya dengan tampil sebagai juara musim dingin Liga Spanyol 2020-2021.

Tim yang dikomandoi Diego Simeone itu kini unggul empat poin di puncak klasemen sementara La Liga dengan dua tabungan laga di tangan.

Kemenangan atas Sevilla pada Selasa (12/1/2021) meneruskan laju awal musim luar biasa Los Rojiblancos, dengan koleksi 41 poin dari 16 pertandingan.

Konsistensi Simeone dan anak buahnya membuat mereka diramalkan sebagai kandidat kuat juara di akhir musim ini.

Dilansir Marca, ada delapan alasan mengapa pasukan merah-putih bisa merebut gelar gelar ke-11 La Liga. Berikut daftarnya:

Benteng pertahanan

Sektor ini menjadi kekuatan utama Atletico sejak diasuh Simeone pada Desember 2011. Pelatih asal Argentina ini berhasil membangun benteng kokoh di pertahanan kokoh timnya.

Musim ini dari 16 pertandingan Los Rojiblancos baru kebobolan enam gol dan mencatat 11 clean sheet yang merupakan terbaik di lima liga top Eropa.

Keberadaan kiper tangguh, Jan Oblak dalam mengawal gawang Atletico telah menjadi faktor fundamental dalam kesuksesan klub bermarkas di Wanda Metropolitano ini.

Kekuatan ada di tim

Atletico bukan tim yang fokus pada individu, melainkan pada kelompok inti pemain. Tidak ada yang menjadi bintang yang tak tergantikan di skuat ini.

Kolektivitas diusung Simeone seperti diutarakan asisten sang pelatih, Nelson Vivas, saat menggambarkan kekuatan Atletico.

"Tim ini secara keseluruhan melampaui individualitas. Tim lebih dari sekadar jumlah bagian," ujar Vivas.

Itu jadi ringkasan sempurna dari filosofi tim ini. Ada pemain penting dan hirarki, tetapi tidak ada yang super-penting.

Mereka bisa menang tanpa Joao Felix, tanpa Luis Suarez, tanpa Saul Niguez dan juga tanpa Koke. Titik terkuatnya justru tim. Di situlah kehebatan Atletico.

Marcos Llorente, Atletico Madrid Grafis/Dede S. Mauladi/Skor.id

Fleksibilitas taktis

Sangat sulit menebak posisi yang akan ditempati pemain tertentu saat pertandingan Atletico. Contohnya Marcos Llorente.

Pemain Spanyol itu aslinya gelandang tapi dia bisa dimainkan sebagai penyerang saat ditugasnya di sayap, atau membantu pertahanan.

Musim ini saja, Llorente sudah memainkan lima peran dalam 22 pertandingan di semua ajang.

Selain itu, Simeone memiliki beberapa skema permainan yang dapat digunakan dengan sempurna mulai dari 4-4-2 dan variannya hingga 3-4-2-1.

Efektivitas serangan

Atletico berhasil mencetak 31 gol dalam 16 pertandingan Liga Spanyol dari hanya 68 tembakan.

Tingkat keberhasilan mereka mencapai 45 persen menjadikan Atletico tim paling efektif di antara lawannya di La Liga.

Penyerang Atletico Madrid, Luis Suarez, merayakan gol ke gawang Getafe. (Twitter.com/atletienglish)


Faktor Luis Suarez

Ada beberapa wajah baru yang dihadirkan Atletico musim ini, tetapi ada satu pemain yang kehadirannya sangat menguntungkan tim, dia tidak lain adalah Luis Suarez.

Pemain Uruguay itu memiliki sembilan gol dan mencetak gol di momen-momen penting sehingga memberikan banyak poin untuk Atletico.

Suarez merobek gawang Alaves, Getafe, Elche atau Celta, keberhasilannya mencetak gol menentukan bagi tim untuk merebut tiga poin.

Pemain top kembali ke bentuk terbaik

Thomas Lemar, Mario Hermoso, Hector Herrera, dan Yannick Carrasco merupakan pemain top yang sinarnya meredup dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, di 2020-2021 ini semua pemain tersebut berhasil kembali ke bentuk terbaiknya dan punya peran penting dalam menempatkan Atletico ke puncak klasemen.

Keangkeran Metropolitano

Bermain tanpa penonton ternyata tidak mengurangi keangkeran di Stadion Wanda Metropolitano.

Dalam sembilan pertandingan yang dia mainkan di kandang, Los Rojiblancos hanya kehilangan satu poin saat ditahan imbang Villarreal. Sisanya adalah kemenangan.

Di Liga, mereka belum pernah kalah di Wanda Metropolitano sejak 1 Desember 2019, saat mereka ditaklukkan Barcelona.

Atmosfer positif ruang ganti

Faktor terakhir kesuksesan Atletico musim ini adalah atmosfer positif di ruang ganti pemain.

Ada ikatan erat yang jelas antara para pemain dan itu membantu menempa performa kuat mereka.

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia

 Berita Atletico Madrid lainnya:

Jelang lawan Sevilla, Atletico Madrid Pakai Teknologi Tinggi Bersihkan Salju di Metropolitano

Kesepakatan Tercapai, Atletico Madrid Segera Dapatkan Pengganti Diego Costa

Tag

Berita Terkait

Latest